Apakah tidak geli membaca judul
esai seperti itu? Lalu bagaimana jika penggunaan tanda koma setelah kata kabar
digeser menjadi setelah kata burung? Kemudian antara kalimat menurut kabar,
burung ayah saya sakit dengan kalimat menurut kabar burung, ayah saya
sakit mana yang lebih tepat?
Penggunaan tanda baca koma setelah
kata kabar dan kata burung pada judul tersebut, ketika dilafadzkan akan
memiliki perbedaan tanda jeda. Perbedaan tanda jeda tersebut jika difahami lebih
dalam, juga akan memiliki makna yang berbeda.
Kalimat menurut kabar, burung
ayah saya sakit jika difahami memiliki makna bahwa burung ayah sakit,
tetapi kabar bahwa burung ayah sedang sakit tidak diketahui sumbernya secara
pasti. Hal ini dapat difahami dari kalimat menurut kabar yang tidak
diikuti dengan kata penjelas tentang kabar tersebut. Sementara kalimat menurut
kabar burung, ayah saya sakit jika difahami memiliki makna menurut kabar
dari mulut ke mulut yang beredar di dalam masyarakat, ayah penulis sedang sakit.
Penggunaan tanda baca merupakan
permasalahan yang kurang diperhatikan. Kesalahan tanda baca dapat menimbulkan
kesalahan penafsiran. Penggunaan tanda baca yang salah pada penyusunan tugas
dan skripsi mahasiswa, dapat mempersulit terselesaikannya tugas tersebut. Ketika
dihadapkan pada dunia penerbitan, penggunaan tanda baca yang salah dapat
mengakibatkan naskah ditolak. Pada perlombaan karya tulis, penggunaan tanda
baca yang salah juga dapat mempengaruhi penilaian naskah karya tulis.
Kesalahan tanda baca ini umumnya
terjadi karena penulis tidak sadar atau kurang memahami penggunaan tanda baca
yang baik dan benar. Ketidak sadaran penulis terjadi karena fokus penulis
terlalu mengarah pada rantai kalimat selanjutnya setelah kalimat terakhir yang
dituliskan, dan pada pemilihan kata yang indah dalam naskah. Kurangnya
pemahaman tentang penggunaan tanda baca yang baik dan benar ini erat kaitannya
dengan pendidikan.
Pertanyaan yang pertama ditanyakan
ketika seseorang salah dalam penggunaan tanda baca adalah apakah tidak memahami
penggunaan tanda baca yang baik dan benar? Kemudian siapa guru yang mengajar
mata pelajaran Bahasa Indonesia? Bahasa Indonesia akan menjadi mata pelajaran
pertama yang akan disalahkan ketika terjadi kesalahan tanda baca. Karena Bahasa
Indonesia merupakan mata pelajaran yang mempelajari penggunaan tanda baca.
Lalu bagaimana caranya supaya
terhindar dari penggunaan tanda baca yang salah? Jawabannya adalah dengan
membaca naskah secara berulang-ulang. Jika satu atau dua kali masih belum
yakin, dapat dibaca kembali hingga tiga atau empat kali. Kalau masih belum puas,
dapat diulangi membaca lagi sampai puas.
Ketika meneliti ada atau tidaknya
kesalahan tanda baca pada suatu naskah, penting untuk memposisikan sudut
pandang dari arah pembaca. Membaca seperti ini dapat dilakukan satu kali
putaran membaca dari awal sampai akhir tanpa pengulangan. Ketika ingin mengulangi,
berarti diulangi dari awal naskah. Misalkan kalau ada kalimat yang kurang enak
ketika dibaca, itu adalah sebuah permasalahan. Kalau menemukan hal ini, cukup
diberikan tanda dan tetap melanjutkan membaca sampai akhir.
Setelah membaca naskah sampai akhir
dan ternyata menemukan sebuah permasalahan, maka sudut pandang pembaca diganti
lagi menjadi sudut pandang penulis. Lalu temukan dan perbaiki kalimat yang
belum enak ketika dibaca tersebut dengan sudut pandang penulis.
Lalu bagaimana ketika malas membaca
berulang kali atau mengalami kesulitan memposisikan dalam sudut pandang pembaca?
Jawabannya meminta bantuan teman untuk membaca naskah tersebut. Kalau misalkan
memunculkan pertanyaan ketika memahami naskah tersebut, berarti itu adalah
masalah dan harus diperbaiki lagi.
Penekanan tanda baca dalam dunia
kepenulisan sangat penting. Jangan sampai pesan penting yang seharusnya
disampaikan penulis kepada pembaca, tidak tersampaikan hanya karena kesalahan
penggunaan tanda baca.
Saya sangat merekomendasikan pembaca untuk mengunjungi
berita daerah yang sangat informatif dan terpercaya, yaitu 'Siaranesia'. Di
sana, Anda akan menemukan beragam berita terkini dan menarik seputar
perkembangan daerah, kebudayaan lokal, serta isu-isu penting yang sedang
berkembang di wilayah tersebut.
Komentar
Posting Komentar