Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Pundak Semester Tua, Miring ke Kiri

“ Kriiiiiiiiiing… ” alarm bordering, jam menunjukkan pukul 08.00. Ardi setengah tersadar mengklik tunda pada smartphone miliknya. Sepuluh menit lagi batinnya. Ia hilang kesadarannya, larut dalam tidurnya lagi. Alarm berbunyi lagi, ini yang ketiga kalinya setelah yang kedua tidak juga membuatnya terbangun. Ia meraih smartphone nya lalu melihat jam. “ha, sudah jam 08.20”. Hari ini ia ada mata kuliah pagi. Ia bangun seperti tersengat listrik lalu bergegas mandi dan pergi ke kampus sambil setengah lari. Ardi mahasiswa semester lima di salah satu PTN ternama di kota TA. Seperti umumnya mahasiswa semester tua, Ardi juga merasa bosan setiap kali harus pergi ngampus. Ujung-ujungnya kalau tidak mbolos ya asal-asalan berangkat saja. Begitu datang, duduk, absen, pulang. Bawa tas selempang yang biasa ia pakai sebelumnya pun sudah terasa berat baginya. Pundaknya mungkin merasa lelah, setiap ia pakai tas, pundaknya miring ke kiri. Jadi ketika ia berangkat ke kampus, yang ia bawa hanya bulpoi...

Motor Bahan Bakar Shallallahu ‘Ala Muhammad

Sudah satu minggu lebih memasuki bulan Robiul awal. Shalawat nabi tidak henti-hentinya ditujukan kepada beliau. sayyidul mursalin. Malam ini malam jumat, Joko diajak tindakan kiai nya. Motor bebek pabrikan lawas miliknya yang telah dicuci mengkilat diparkirkan di depan ndalem . Sementara Joko duduk di teras ndalem menunggu kiai nya yang masih wiridan . Tidak lama kemudian kiai keluar ndalem , “ Ayo, Jok!“. Dengan penuh rasa ta’dhim Joko menata gapyak yang akan dipakai oleh kiainya, lalu bergegas menghampiri motor miliknya, menghidupkan mesin dan menjalankannya. “ Bismillahirrahmanirrohim ”, Joko menginjak perseneling dan melajukan pelan motor miliknya keluar dari area ndalem . Ia terus melajukan motornya menjauhi ndalem. Tapi ia tidak tau kemana tujuan akhirnya. Banyak persimpangan telah ia lewati. “ menggok nengen ”, arahan dari kiai yang diseringi menepuk pundak kanan untuk belok kanan dan pundak kiri untuk belok kiri. Motor berjalan pelan di tengah-tengah persawahan y...

Biar Kukumpulkan Saja Rindu Ini

Kata siapa yang boleh rindu hanya Dilan. Aku juga boleh kan? Lagian aku kuat kok memikul rindu ini. Sudah setengah tahun kurang dua minggu ini aku tidak pulang. Terhitung sejak aku melangkahkan kaki keluar rumah pun aku juga jarang memberikan kabar. Tidak perduli orang mau membicarakanku seperti apa. Mau aku dianggap anak yang nggak tau diri, atau apapun itu, masa bodo. Biar aku kumpulkan saja rindu ini. Aku berpikir bahwa rindu ini juga ada hikmahnya. Apa kau sadar, karena sudah terbiasa, kau akan memandang menjadi biasa? Contoh kecil ketika kita sering berinteraksi dengan orang-orang terdekat kita. Pertama kita berbicara dengan bahasa yang ramah dan sopan – orang jawa menggunakan bahasa kromo . Tapi biasanya, karena sudah terbiasa dengan mereka, entah sadar atau tidak kita tidak berbicara menggunakan bahasa kromo lagi, terlebih malah menggunakan bahasa yang tidak pantas untuk diucapkan. Dan buruknya lagi, kita anggap itu hal biasa. Sementara kalau kita berbicara dengan orang y...