“Kriiiiiiiiiing…” alarm
bordering, jam menunjukkan pukul 08.00. Ardi setengah tersadar mengklik tunda
pada smartphone miliknya. Sepuluh menit lagi batinnya. Ia hilang kesadarannya,
larut dalam tidurnya lagi.
Alarm berbunyi lagi, ini yang
ketiga kalinya setelah yang kedua tidak juga membuatnya terbangun. Ia meraih
smartphone nya lalu melihat jam. “ha, sudah jam 08.20”. Hari ini ia ada mata
kuliah pagi. Ia bangun seperti tersengat listrik lalu bergegas mandi dan pergi
ke kampus sambil setengah lari.
Ardi mahasiswa semester lima di
salah satu PTN ternama di kota TA. Seperti umumnya mahasiswa semester tua, Ardi
juga merasa bosan setiap kali harus pergi ngampus. Ujung-ujungnya kalau tidak
mbolos ya asal-asalan berangkat saja. Begitu datang, duduk, absen, pulang.
Bawa tas selempang yang biasa ia
pakai sebelumnya pun sudah terasa berat baginya. Pundaknya mungkin merasa
lelah, setiap ia pakai tas, pundaknya miring ke kiri. Jadi ketika ia berangkat
ke kampus, yang ia bawa hanya bulpoin saja. Hanya pada mata kuliah jurusan saja
dia membawa catatan. Itu pun bukan berupa buku yang selayaknya. Tapi hanya
sebuah kertas bekas print-print an.
Ketika bawa catatan pun ia enggan
untuk memakai tas selempang miliknya. Biasanya ia cukup memasukkan
lembaran-lembaran kertas bekas tadi kedalam stopmap dan menngenggamnya di
tangan kanannya yang di letakkan dekat pinggul. Mungkin pundaknya sudah mulai
lelah untuk terus memikul beban kuliah?
Komentar
Posting Komentar